<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>jk-wiranto-2009.com</title>
	<atom:link href="http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jk-wiranto-2009.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 22:17:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kampanye Hari Terakhir</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=240</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=240#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 06:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Bandung]]></category>

		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>

		<category><![CDATA[kampanye]]></category>

		<category><![CDATA[Madura]]></category>

		<category><![CDATA[Malang]]></category>

		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>

		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<category><![CDATA[terakhir]]></category>

		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, 4 Juli 2009 ini adalah kampanye terakhir untuk Pilpres 2009. Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto akan mengakhirinya di wilayah Jawa Timur. Sejak pagi, acara kampanye dimulai di Pamekasan, Madura. Di sini JK-Wiranto bersama rombongan akan bertemu dengan tokoh agama dan pemuka masyarakat di hotel Madina, Pamekasan. Acara di kabupaten ini dilanjutkan dengan orasi dalam kampanye [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu, 4 Juli 2009 ini adalah kampanye terakhir untuk Pilpres 2009. Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto akan mengakhirinya di wilayah Jawa Timur. Sejak pagi, acara kampanye dimulai di Pamekasan, Madura. Di sini JK-Wiranto bersama rombongan akan bertemu dengan tokoh agama dan pemuka masyarakat di hotel Madina, Pamekasan. Acara di kabupaten ini dilanjutkan dengan orasi dalam kampanye terbuka di stadion Pamekasan.</p>
<p>Pada siang harinya, JK-Wiranto makan siang bersama masyarakat Desa Gambangan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Setelah itu, pasangan dari Partai Golkar dan Hanura ini langsung menuju Kabupaten Probolinggo untuk bertemu dengan Kyai Haji Muttawakkil Alallah, pemimpin Pondok Pesantren Zainul Hassan.</p>
<p>Di sore hari, JK-Wiranto menggunakan helikopter menuju Malang, untuk berorasi di lapangan Tumapel, Singosari, Malang. Kampanye dihadiri ribuan massa dari sekitar kota apel itu. Setelah dari Malang, rombongan JK-Wiranto mengunjungi Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah, di Desa Kemayan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Kalangan pengusaha juga mendapat perhatian khusus. Di malam hari, untuk mengakhiri kampanye secara keseluruhan, dilangsungkan dialog dan pertemuan dengan sekitar seribu pengusaha Jawa Timur. Acara berlangsung di hotel Empire Palace, Surabaya. Setelah itu, tanpa menginap, keseluruhan rombongan langsung terbang ke Jakarta.</p>
<p>Sementara di Bandung, kampanye hari terakhir dipadati tidak hanya oleh pendukung dan simpatisan, tapi juga diramaikan oleh hiburan artis papan atas. Tercatat antara lain kampanye dimeriahkan oleh penyanyi Afghan dan Rossa. Jadilah acara kampanye yang digelar Sahabat Muda pendukung JK-Wiranto di lapangan Saparua dipenuhi crowd ala party anak muda.</p>
<p>Selain itu, kampanye juga menghadirkan penampilan dari band-band indie. Juga terdapat pula arena bazaar untuk menunjukkan kreativitas anak muda Bandung. Ditampilkan pula komunitas-komunitas otomotif dan kuliner di kota kembang itu.</p>
<p>Acara yang penuh kreativitas itu memang digelar untuk meraih simpati dari kalangan pemilih muda dan pemula. Diperkirakan tak kurang dari 25 juta orang akan masuk kategori ini.  Tak heran, pendekatan kepada anak muda dilakukan dengan beragam cara, baik lewat iklan maupun melalui kampanye langsung. Semua demi Indonesia yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=240</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Debat Capres Putaran III</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=235</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=235#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 05:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[2009]]></category>

		<category><![CDATA[capres]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[Denny]]></category>

		<category><![CDATA[Fox]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>

		<category><![CDATA[putaran]]></category>

		<category><![CDATA[satu]]></category>

		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[
Debat Calon Presiden dalam Pemilihan Umum Presiden 2009 ini akhirnya sampai di putaran terakhir yaitu III pada 2 Juli 2009 malam tadi. RCTI sebagai tuan rumah Debat Capres menggunakan haknya sebagai pemilik lisensi “Indonesian Idol” dengan memakai tagline dari acara populer tersebut. Debat Capres disebut sebagai “Debat Capres Final” dan moderator menggunakan kalimat “Indonesia Bertanya” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Debat Calon Presiden dalam Pemilihan Umum Presiden 2009 ini akhirnya sampai di putaran terakhir yaitu III pada 2 Juli 2009 malam tadi. RCTI sebagai tuan rumah Debat Capres menggunakan haknya sebagai pemilik lisensi “Indonesian Idol” dengan memakai tagline dari acara populer tersebut. Debat Capres disebut sebagai “Debat Capres Final” dan moderator menggunakan kalimat “Indonesia Bertanya” saat mengajukan pertanyaan kepada kontestan. Bukan kebetulan pula Balai Sarbini yang dipilih menjadi tempat penyelenggaran debat kali ini juga tempat yang<span> </span>memang biasa digunakan untuk acara “Indonesian Idol”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Panggung ditata mewah, dengan balutan permainan lampu yang tidak ada di debat capres sebelumnya. Pokoknya, sepintas kita bakal merasa berada di arena konser. Apalagi, para jagoan Indonesian Idol baik dewasa maupun cilik ditampilkan untuk menghibur sebelum dan sesudah acara. Lengkap sudah bungkus entertainment dalam Debat Capres kali ini. Bedanya, polling SMS yang biasanya tayang secara real-time diminta dihapus oleh KPU.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Acara dibuka oleh moderator Prof.Dr. Pratikno yang sehari-hari menjabat Dekan Fisipol UGM dengan gaya santai. Meski begitu, tak urung ia sempat pula terpeleset dalam beberapa kalimat awalnya. Harus diakui, acara besar yang konon disaksikan 80 juta penonton ini memang bisa membuat grogi siapa pun yang harus tampil di panggung. Pratikno lantas mempersilahkan satu per satu capres menyampaikan visi-misinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitu menyampaikan visi-misi, saat dua capres lain masih ‘belum panas’, JK sudah ‘on’. Ia langsung mengkritik SBY soal iklan Pilpres satu putaran. <span> </span>JK berkata lantang sambil melihat ke arah SBY, “Maaf ini Pak SBY, iklan Bapak agar pilpres satu putaran karena berbiaya 4 triliun, itu artinya memandang demokrasi dengan uang. Demokrasi itu berdasarkan program, kekokohan, bukan kemenangan. Sejak 2008, saya sudah bilang saat KPU mengajukan anggaran, 45 trilyun terlalu mahal. Kita hanya setujui 25 trilyun. Jadi kalau menghemat 4 trilyun untuk satu putaran tidak berguna. Pada 2014, bisa saja nanti ada iklan “Lanjutkan terus, tanpa Pilpres demi menghemat 25 trilyun.” Mendengar kritikan JK saat seharusnya baru menyampaikan visi-misi ini, SBY tampak kaget dan pias. Ia hanya tersenyum kecut. Kontan penonton tertawa dan memberikan applaus untuk tendangan bebas JK ini. Karena riuhnya sambutan, bahkan waktu untuk JK memaparkan visi-misi masih tersisa 1 menit 54 detik.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ketika dalam kesempatan berikutnya SBY menjawab bahwa iklan tersebut bukanlah iklan miliknya, kontan jawaban ini ‘dilalap’ JK dalam kesempatan menjawab berikut. JK menanyakan, “Jadi iklan itu bukan iklan dari Bapak?” SBY menjawab dengan anggukan<span> </span>kepala. JK lantas menimpali, “Kalau begitu bukan pekerjaan Bapak,berarti kalau begitu saya bisa iklan satu putaran yg bisa juga saya atau Bu Mega.” JK juga sempat menanyakan apakah iklan itu adalah iklan illegal dan SBY mengangguk. Kita tahu, iklan pilpres satu putaran dibuat oleh Denny J.A. yang mengaku dibayar oleh Fox Indonesia selaku konsultan kampanye SBY. JK juga sempat menyinggung isu rasialisme yang dilontarkan kubu SBY beberapa waktu sebelumnya. Yang pasti, gaya JK yang santai dan kerap melontarkan kritik tajam sambil bergurau membuat suasana debat menjadi segar.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di akhir debat, JK membuat closing statement yang amat kuat. The real closing statement yang dilontarkan moderator justru setelah meminta capres memberikan closing statement. Saat diminta menyatakan, apa yang akan dilakukan apabila kalah dalam Pilpres nanti, JK menjawab “Yang terbaik yang akan menang. <span lang="SV">Saya akan menghormati yg terbaik, termasuk bila yang terbaik itu saya.” Pada akhirnya, siapa capres-cawapres yang benar-benar dianggap terbaik oleh rakyat akan ditentukan pada 8 Juli 2009 mendatang. Kalau untuk kita sih sudah jelas, yang lebih cepat tentu lebih baik: JK-Wiranto!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=235</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>2 Juli 2009, Kampanye Terakhir JK-Wiranto di DKI Jakarta</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=229</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=229#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 04:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<category><![CDATA[DKI]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[kampanye]]></category>

		<category><![CDATA[terakhir]]></category>

		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[JK-Wiranto membatalkan kampanye akbar di Gelora Bung Karno. Hal ini terutama disebabkan untuk menjaga agar lapangan sepakbola kebanggaan bangsa itu dapat terjaga menjelang laga tim nasional Indonesia melawan Manchester United. Meski pertandingan tersebut semata persahabatan, namun laga tersebut disaksikan dunia dan mengharumkan nama bangsa.  Maka , JK-Wiranto memilih untuk menyebarkan kampanye terakhirnya di wilayah DKI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JK-Wiranto membatalkan kampanye akbar di Gelora Bung Karno. Hal ini terutama disebabkan untuk menjaga agar lapangan sepakbola kebanggaan bangsa itu dapat terjaga menjelang laga tim nasional Indonesia melawan Manchester United. Meski pertandingan tersebut semata persahabatan, namun laga tersebut disaksikan dunia dan mengharumkan nama bangsa.  Maka , JK-Wiranto memilih untuk menyebarkan kampanye terakhirnya di wilayah DKI Jakarta di 5 titik alih-alih memanfaatkan hak menggunakan stadion terbesar di Asia Tenggara itu.</p>
<p>Dimulai pukul 09.00 WIB, Jusuf Kalla akan hadir di Gedung Senam Raden Inten, Jl Raden Inten 2, Duren Sawit. Jakarta Timur. Sementara Wiranto akan menghadiri kampanye di lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada pukul 10.00 WIB. Bila di tempat pertama JK dijadwalkan akan memberikan sumbangan alat musik marawis, di tempat kedua Wiranto akan memberikan bantuan pohon untuk penghijauan.</p>
<p>Di wilayah Jakarta Barat, kampanye diadakan mulai pukul 10.00 WIB di aula lapangan tenis RW 14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng. Di te3mpat ini akan diadakan bakti sosial dan sunatan massal serta fogging untuk membasmi demam berdarah. Yang bertugas sebagai juru kampanye adalah Ketua Tim Kampanye Nasional Fahmi Idris.</p>
<p>Juru kampanye Ade Surapriyatna bertugas di titik keempat untuk wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu untuk berkampanye mulai pukul 10.00 WIB. Selain sosialisasi dan orasi, kegiatan kampanye akan diisi bakti sosial, sunatan massal dan fogging. Lokasi kampanye adalah di GOR Sunter, Sunter Podomoro.</p>
<p>Dan titik terakhir atau kelima kampanye diadakan di GOR Senen, Jakarta Pusat. Acara kampanye mirip dengan yang dilakukan JK, yaitu berupa tatap muka dan pemberian bantuan alat marawis. Kampanye dimulai pukul 10.00 WIB dengan menampilkan  jurkam Marwan Paris (Ketua DPD I Partai Hanura).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=229</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Debat Capres Putaran II</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=231</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=231#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 04:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[capres]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Metro TV]]></category>

		<category><![CDATA[Presiden]]></category>

		<category><![CDATA[putaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
Mengusung tema “Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran”, Debat Capres putaran II pada 25 Juni 2009 malam diselenggarakan di studio Metro TV. Bertindak sebagai moderator adalah Aviliani, M.Si. yang secara mengejutkan justru tampil lebih bagus daripada Anies Baswedan, Ph.D. dan Prof. Dr. Komarudin Hidayat selaku pemandu Debat Capres I dan Debat Cawapres I. Aviliani mampu membuat suasana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Mengusung tema “Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran”, Debat Capres putaran II pada 25 Juni 2009 malam diselenggarakan di studio Metro TV. Bertindak sebagai moderator adalah Aviliani, M.Si. yang secara mengejutkan justru tampil lebih bagus daripada Anies Baswedan, Ph.D. dan Prof. Dr. Komarudin Hidayat selaku pemandu Debat Capres I dan Debat Cawapres I. Aviliani mampu membuat suasana lebih nyaman sehingga capres tampak menjadi lebih leluasa berekspresi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kredit tersendiri patut diberikan kepada Jusuf Kalla. Seperti biasa dialah yang paling mampu melontarkan guyonan segar. Tadi malam, secara mengejutkan JK sempat meninggalkan podium, berjalan-jalan keliling panggung dan mendekati moderator saat menjawab pertanyaan. JK juga sempat menyindir SBY soal iklannya yang mengambil <em>jingle</em> Indomie. “Saya minta maaf ini Pak Bambang dengan jingle Bapak, Indomie itu,” JK menyindir. “Lebih banyak makan Indomie itu nanti impor gandum kita banyak,” sentilnya yang langsung disambut gelak tawa penonton di studio. JK menyatakan itu untuk menjawab pertanyaan soal kebijakan Bulog dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan. Selain itu, JK juga sempat ‘menggoda’ Megawati saat mantan atasannya di Kabinet Gotong Royong itu menyatakan, “Pak Jusuf bisa begitu karena ikut kerja sama saya.” JK menimpali dengan menyatakan, “Terima kasih Ibu. Tapi kerja saya bagus, kan Bu?” Pertanyaan itu tidak didengar Mega sehingga JK mengulangnya. Yang mengejutkan, Mega menjawab, “Ya nggaklah”. Tentu saja pernyataan Mega itu tidak bisa dianggap serius karena kita semua tahu kinerja JK sewaktu menjadi Menko Kesra amat bagus.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Secara keseluruhan, nuansa debat tadi malam memang lebih menggairahkan. Saling sindir dan ledek membuat suasana cair. Dan jelas, dominasi JK terasa di keseluruhan acara debat. Sindiran JK maupun guyonannya membuat calon presiden kita ini tak pelak lagi menjadi bintang debat capres semalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=231</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Debat Cawapres: Wiranto Juara!</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=226</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=226#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 15:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[2009]]></category>

		<category><![CDATA[baik]]></category>

		<category><![CDATA[Boediono]]></category>

		<category><![CDATA[cawapres]]></category>

		<category><![CDATA[cepat]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[KPU]]></category>

		<category><![CDATA[lebih]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>

		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Debat Calon Wakil Presiden ketiga pasangan yang berlaga telah berlangsung tadi malam yang menghasilkan Wiranto sebagai juara! Calon wakil presiden jagoan kita itu berhasil tampil memukau dengan menjadi yang paling taktis, tangkas, dan sistematis dalam menjawab. 
Fakta ini diperkuat pendapat pengamat politik UI Abdul Ghafur Sangadji yang dimuat harian Rakyat Merdeka. Menurutnya, “Kalau menurut angka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Debat Calon Wakil Presiden ketiga pasangan yang berlaga telah berlangsung tadi malam yang menghasilkan Wiranto sebagai juara! Calon wakil presiden jagoan kita itu berhasil tampil memukau dengan menjadi yang paling taktis, tangkas, dan sistematis dalam menjawab. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Fakta ini diperkuat pendapat pengamat politik UI Abdul Ghafur Sangadji yang dimuat harian <em>Rakyat Merdeka</em>. Menurutnya, “Kalau menurut angka perdebatan Prabowo 70 persen, Boediono 65, Wiranto 75. Dalam debat malam ini, Wiranto jadi bintangnya.” Sementara pengamat politik dari Institute Development Economic and Social (INDES) M. Arfan menilai Wiranto dan Boediono sebagai juara bersama. Ia mengungkapkannya juga kepada harian <em>Rakyat Merdeka</em>, menurutnya, “Jika dinilai angka 60 layak diberikan kepada Prabowo, dan 75 untuk Boediono dan Wiranto.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bagaimanapun, kedua pengamat menyatakan Wiranto memang meraih nilai tertinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam perdebatan semalam, semua cawapres tampak agak demam panggung. Bisa jadi kata “debat” membuat timbulnya konotasi akan ada pemenang. Sehingga para cawapres kuatir akan kalah. Wiranto mengawali debat dengan menyanyikan potongan bait lagu kebangsaan “Indonesia Raya”: “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, Untuk Indonesia Raya.” Kemudian ia memaparkan secara singkat visinya sebagai cawapres. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">“Tidak mudah mewujudkan jati diri bangsa. Dibutuhkan kebersamaan dari seluruh masyarakat. Dibutuhkan kepemimpinan yang lebih cepat berpikir, lebih cepat bertindak, dan lebih berani mengambil keputusan yang berisiko tinggi,” ujarnya membuka rangkaian kalimatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Demikian pula saat menjawab berbagai pertanyaan, Wiranto tampak taktis. Ia menggunakan metode pointers saja menjawab sehingga lebih sistematis. Wiranto juga menggunakan sejumlah kutipan walau ia sering tidak menyebutkan sumbernya. Dan seperti halnya JK, merupakan satu-satunya calon yang mampu melontarkan guyon dan pantun. Akan tetapi, karena gayanya yang tegas dan cenderung kaku, pendengar di studio jadi ragu untuk tertawa karena bingung apakah itu gurauan atau serius. </span><span lang="SV">Gaya macam itu juga membuat jarak antara dirinya dengan audience, sehingga mengesankan ia sedang memberikan pemaparan di hadapan sekumpulan orang asing. Tidak ada upaya darinya untuk mengakrabkan diri, berbeda dengan JK. Toh kelemahan ini dimiliki semua cawapres, jadi, tidak menjadi terlalu bermasalah bagi Wiranto.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Meski beberapa kali lupa, namun hanya beberapa saat. Di awal acara saja, Wiranto nyaris lupa menyebut nama Boediono, ia juga sempat agak lama mengingat-ingat teks Sumpah Pemuda. Wiranto juga sempat satu kali mengkritik jawaban Boediono saat menjawab pertanyaan mengenai hubungan agama dan negara. “Yang disampaikan Pak Budiono normatif, tapi praktisnya membingungkan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin. Boediono hanya tersenyum saja mendengarnya, meski saat diberi kesempatan bicara ia mencoba mengelak. </span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pendek kata, debat cawapres semalam menjadi “milik” Wiranto. Apalagi ia menutupnya dengan closing yang bagus pula. Ujarnya, “Jika saya dan Pak JK terpilih, maka kita akan berpikir cepat, bertindak cepat, dan menuntaskan hal-hal dengan cepat untuk Indonesia. Makanya, lebih cepat, lebi baik.” Closing dari cawapres no. 3 itu kontan mengundang tepuk-tangan meriah. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=226</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Debat Capres Putaran Pertama</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=222</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=222#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 15:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[2009]]></category>

		<category><![CDATA[capres]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>

		<category><![CDATA[KPU]]></category>

		<category><![CDATA[One]]></category>

		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>

		<category><![CDATA[Presiden]]></category>

		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[
Debat antar calon presiden semalam menorehkan sejarah, karena memang baru pertama kali inilah dilakukan debat terbuka yang disiarkan langsung oleh televisi. Kali ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah TV One. Tema yang diusung adalah &#8220;Strategi Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik&#8221;. Ketiga capres tampil dengan gayanya masing-masing.

 

Calon Presiden kita Jusuf Kalla tampil mengesankan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Debat antar calon presiden semalam menorehkan sejarah, karena memang baru pertama kali inilah dilakukan debat terbuka yang disiarkan langsung oleh televisi. Kali ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah TV One. Tema yang diusung adalah &#8220;Strategi Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik&#8221;. Ketiga capres tampil dengan gayanya masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Calon Presiden kita Jusuf Kalla tampil mengesankan. Beliau terlihat tidak grogi, santai, dan apa adanya. Jawaban yang diberikan runtut dan sistematis, walau sempat beberapa kali kelebihan waktu karena panjangnya jawaban. Hal ini membuat moderator Anies Baswedan yang sehari-hari merupakan Rektor Universitas Paramadina musti memotongnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hanya saja, secara umum, tanpa menghitung SMS yang masuk, sebenarnya bisa dibilang JK-lah yang menguasai panggung tadi malam. Beliau terlihat tampil paling rileks. Satu kelebihannya selain pandai bicara, juga pandai menyelipkan humor. Suasana yang agak tegang di antara para capres menjadi cair oleh humor JK. Di samping itu, dalam setiap pidato JK selalu tak lupa menyelipkan pesan-pesan kampanya terutama slogannya: “Lebih Cepat Lebih Baik”. Satu hal sederhana yang nyatanya tidak dilakukan kedua capres lain. Itulah mengapa kita harus pilih JK sebagai Presiden mendatang. Karena beliau nyata-nyata pandai bicara, juga taktis dalam bertindak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=222</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agenda JK Kamis, 18 Juni 2009</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=217</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=217#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 02:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>

		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pagi hari ini JK telah sibuk menerima para tokoh perdamaian dari Maluku. Rombongan dari jauh ini diterima sekitar pukul 08.00 WIB di Posko Slipi II, Jl. Ki Mangunsarkoro 1 Jakarta Pusat.
Sekitar pukul 10.00 WIB, JK berbicara di debat capres bersama 1.000 perempuan di Hall Senayan City lantai 8, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan. Seusai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pagi hari ini JK telah sibuk menerima para tokoh perdamaian dari Maluku. Rombongan dari jauh ini diterima sekitar pukul 08.00 WIB di Posko Slipi II, Jl. Ki Mangunsarkoro 1 Jakarta Pusat.<br />
Sekitar pukul 10.00 WIB, JK berbicara di debat capres bersama 1.000 perempuan di Hall Senayan City lantai 8, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan. Seusai cara tersebut, sekitara pukul 12.00 WIB giliran acara relawan Barisan Muda JK-Wiranto yang dikunjungi beliau. Elemen masyarakat ini akan dikukuhkan oleh JK sebagai bagian pendukung pemenangan Pilpres. Acara berlangsung di Grand Flora Kemang, Jakarta Selatan.<br />
Seusai jam makan siang, sekitar pukul 13.30 WIB, peserta rapat kerja nasional KAMMI akan bersilaturahmi dengan JK dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden. Karena itu acara dilangsungkan di gedung II kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.</p>
<p>Di malam harinya, akan diadakan Debat Capres pertama yang diadakan oleh KPU. &#8216;Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM. Debat digelar  di Studio TransCorp, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Tampil sebagai moderator adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.<br />
<strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=217</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Deklarasi Kampanye Damai Berlangsung Meriah</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=213</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=213#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 23:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Boediono]]></category>

		<category><![CDATA[capres]]></category>

		<category><![CDATA[cawapres]]></category>

		<category><![CDATA[damai]]></category>

		<category><![CDATA[deklarasi]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>

		<category><![CDATA[Megawati]]></category>

		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>

		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>

		<category><![CDATA[Presiden]]></category>

		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<category><![CDATA[Wakil Presiden]]></category>

		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Suasana meriah sudah terasa mulai dari luar areal kompleks gedung Bidakara Jakarta tempat acara Deklarasi Damai Capres-Cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 2009 dilangsungkan. Penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan militer terlihat jelas. Demikian pula ramainya massa pendukung masing-masing pasangan yang memadati halaman hingga ke dalam gedung. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam ruangan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suasana meriah sudah terasa mulai dari luar areal kompleks gedung Bidakara Jakarta tempat acara Deklarasi Damai Capres-Cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 2009 dilangsungkan. Penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan militer terlihat jelas. Demikian pula ramainya massa pendukung masing-masing pasangan yang memadati halaman hingga ke dalam gedung. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam ruangan. Karena hadirnya Presiden dan Wakil Presiden yang masih menjabat, maka standar keamanan kenegaraan pun diterapkan. Pendukung yang tidak bisa masuk ruangan pun berkumpul di halaman atau lobby gedung.</p>
<p>Deklarasi damai ini semula dijadwalkan berlangsung Rabu 10 Juni 2009 jam 10.00 WIB pagi, namun kemudian diundur malam hari dan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB diawali dengan pidato dari ketua panitia dan Ketua KPU Abdul Hafizh Anshary. Setelah itu secara berurutan sesuai nomor urut yang didapatkan dari pengundian di KPU, masing-masing pasangan capres-cawapres menampilkan atraksi kesenian dan dilanjutkan dengan pidato politik tiap capres dan cawapres.</p>
<p>Atraksi kesenian yang ditampilkan Megawati-Prabowo sebagai pasangan nomor 1 tampil pertama kali. Penari wanitanya mengenakan kebaya dan prianya berpakaian petani lengkap dengan capingnya, tarian menampilkan simbolisasi pro rakyat kecil dengan baik. Juga ada simbolisasi garuda terbang saat seorang penari naik bak cheerleaders di atas bahu temannya dan membentangkan kain di kedua tangannya. Yang mengejutkan, tampil juga Butet Kertaredjasa dengan monolognya. Ia banyak mengkritik kinerja KPU dan pemerintah saat ini. Tindakan yang membuat SBY tampak kurang berkenan dan itu tampak dari raut wajahnya yang menjadi keruh.</p>
<p>Sementara tarian yang ditampilkan kelompok  SBY-Boediono mengesankan kemewahan walau penarinya yang semuanya perempuan mengenakan kebaya. Tidak tampak ada pesan apa pun yang ingin ditampilkan.</p>
<p>Sebagai penutup, tarian yang ditampilkan tim JK-Wiranto justru paling rancak dan lugas. Sebagai kampanye, pesan yang dibawakan sangat kuat. Sebagai penampil (performer), tim tari JK-Wiranto adalah satu-satunya yang menggunakan seragam dan menggunakan gaya tari modern. Demikian pula satu-satunya yang membawa poster kampanye dan menunjukkan tiga jari tangan sebagai pengingat pada nomor urut. Walhasil, sambutan meriah dilakukan saat tarian tersebut usai.</p>
<p>Dalam pidatonya, tiap orang capres dan cawapres tampil dengan gayanya masing-masing. Megawati Soekarnoputri membaca teks dan banyak melontarkan kritikan. Prabowo yang tampil tanpa teks meneriakkan tiga kali merdeka di awal dan akhir pidatonya. SBY tampil dengan gaya santun ala priyayi Jawa-nya. Ia juga menyebut semua nama capres-cawapres. Boediono pun sama kalemnya dengan SBY.</p>
<p>Nah, jagoan kita M. Jusuf Kalla justru yang paling menarik pidatonya. Karena saat baru mulai saja ia sudah berseloroh, &#8220;Biasanya yang pidato terakhir itu inspektur upacara.&#8221; Karuan saja seluruh hadirin tertawa, bahkan termasuk SBY. Suasana tegang yang terasa sejak awal acara langsung cair. Bahkan Wiranto yang jenderal pun juga santai saat berpidato. Meski keduanya memegang secarik kertas kecil, tapi tampaknya itu hanya pointers sehingga keduanya berpidato praktis tanpa teks. Dan yang pasti, pidato JK paling banyak menuai sambutan. Plus, beliau mengakhirinya dengan pantun yang manis: &#8220;Bunga Seikat Hati Tertarik, Lebih Cepat Lebih Baik.&#8221;</p>
<p>Acara diakhiri dengan penandatanganan deklarasi kampanye damai dan pembacaan ikrar kampanye damai yang dipimpin oleh Ketua KPU. Yang menarik, dalam acara ini kubu tim sukses JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo kompak saling dukung. Baik saat tim kesenian usai berpentas maupun saat capres-cawapres masing-masing usai berpidato, kedua kubu sontak berdiri dan bertepuk tangan. Kedua kubu  juga saling melontarkan yel-yel milik kubu lain selain yel-yel kubu sendiri. Semoga kekompakan ini terus terjalin hingga Pilpres putaran kedua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=213</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah dari Jawa Timur, JK Ke KWI</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=210</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=210#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 23:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[gereja]]></category>

		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>

		<category><![CDATA[Katolik]]></category>

		<category><![CDATA[KWI]]></category>

		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>

		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Selasa 9 Juni 2009 ini menjadi hari yang melelahkan bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada pagi harinya, Wapres melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Ada dua kota yang dikunjungi Wapres, yaitu Mojokerto dan Sidoarjo. JK berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat carteran Pelita Air sekitar pukul 070.0 WIB dan tiba sekitar 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa 9 Juni 2009 ini menjadi hari yang melelahkan bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada pagi harinya, Wapres melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Ada dua kota yang dikunjungi Wapres, yaitu Mojokerto dan Sidoarjo. JK berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat carteran Pelita Air sekitar pukul 070.0 WIB dan tiba sekitar 1 jam kemudian. Di Sidoarjo, JK bertemu  dengan para kepala desa dan perangkat desa se-Jawa Timur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).</p>
<p>Usai bertemu dengan anggotaAPDESI Jawa Timur, Wapres melakukan kunjungan ke Pabrik Gula Gempol Crek di Desa Gempol, Kabupaten Mojokerto. JK juga menyempatkan diri bertemu dengan para korban lumpur Lapindo dan berjanji akan menyelesaikannya dalam satu tahun bila ia terpilih nanti.</p>
<p>Sekitar pukul 13.00 WIB, Wapres kembali ke Jakarta. Tanpa berhenti, Wapres langsung mengunjungi Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI. Ini adalah asosiasi bagi pemuka umat Katolik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Sekjen KWI Mgr Sutrisno Atmoko MSF  membacakan surat dari para uskup se-Indonesia tertanggal 30 Mei 2009, yang berisi enam hal yang kerap menjadi keprihatinan umat Katolik, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pengabaian pilar-pilar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut para Uskup, selama ini pilar-pilar tersebut digerogoti oleh mereka yang sebenarnya diharapkan untuk mempertahankannya. Dari luar terlihat utuh, tetapi di dalamnya rusak.</li>
<li>Pendidikan yang tidak mencerdaskan. Menurut para Uskup, perlu perbaikan sistem pendidikan untuk saat ini. Selama biaya pendidikan masih mahal tapi bermutu rendah, maka Indonesia berada dalam bahaya pembodohan massal. Para Uskup juga meminta pemerintah memberi kebebasan dan dukungan kepada lembaga-lembaga swasta yang selama ini sudah membantu secara aktif dalam pendidikan, dengan memberikan fasilitas dan kebebasan untuk ikut menentukan sistem pendidikan nasional.</li>
<li>Lemahnya penegakan hukum. Pemerintah dipandang perlu meningkatkan kredibilitasnya dengan mengagendakan pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme, premanisme dan melindungi hak-hak sipil, politik, ekonomi, budaya, serta menindak pelanggaran HAM. Pemerintah juga diminta menjamin hak asasi setia warga negaranya, terutama para buruh dan perempuan.</li>
<li>Pengrusakan lingkungan hidup. Hutan-hutan Indonesia memang kerap mengalami pengrusakan selama satu dasawarsa ini. Padahal pengrusakan lingkungan hidup melanggar hak hidup sekuruh ciptaan.</li>
<li>Kesenjangan tingkat kesejahteraan. Menurut para Uskup, kemiskinan begitu mencolok. Jurang kaya dan miskin tidak dapat lagi disembunyikan. Busung lapar kerap terjadi dan tidak ada kehendak kuat dari pemerintah untuk mencabut akar-akar kemiskinan.</li>
<li>Penyalahgunaan simbol agama. Menurut para Uskup, agama dan budaya adalah kekuatan bangsa Indonesia. Tapi sayangnya, agama kerap digunakan untuk hal-hal di luar itu. Sering digunakan justru untuk membedakan dan menindas yang lain.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=210</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>JK-Wiranto Berkunjung Ke PGI</title>
		<link>http://jk-wiranto-2009.com/?p=202</link>
		<comments>http://jk-wiranto-2009.com/?p=202#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jkwiranto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[Allah]]></category>

		<category><![CDATA[gereja]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[JK]]></category>

		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>

		<category><![CDATA[Kristen]]></category>

		<category><![CDATA[PGI]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[Protestan]]></category>

		<category><![CDATA[toleran]]></category>

		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jk-wiranto-2009.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun beragama Islam taat, pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto terbukti sangat toleran dan menghormati pluralitas atau ke-bhinneka-an di Indonesia. Hal itu ditunjukkannya pada hari ini dengan berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di jalan Salemba Raya. Organisasi ini merupakan semacam asosiasi bagi gereja Kristen Protestan di Indonesia.
Saat bertemu dengan JK dan Wiranto, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun beragama Islam taat, pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto terbukti sangat toleran dan menghormati pluralitas atau ke-bhinneka-an di Indonesia. Hal itu ditunjukkannya pada hari ini dengan berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di jalan Salemba Raya. Organisasi ini merupakan semacam asosiasi bagi gereja Kristen Protestan di Indonesia.</p>
<p>Saat bertemu dengan JK dan Wiranto, Ketua Umum PGI Pdt. Andreas A. Yewangoe menyatakan bahwa gereja bukanlah lembaga politik dan tidak pernah mengejar kekuasaan politik praktis.  Namun, menurutnya gereja memiliki tanggung-jawab politik sebagai bagian dari warga kota tempatnya berada.</p>
<p>Karena itu, gereja tidak mendukung salah satu figur, melainkan mengedepankan karakter seorang pemimpin yang layak memimpin negeri ini. &#8220;Gereja-gereja menetapkan bahwa pemimpin negeri ini mesti memenuhi tiga syarat. Pertama, pemimpin yang cakap, takut pada Allah, dapat dipercaya dan benci kepada pengejaran suap. Kedua, pemimpin yang tetap mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, pemimpin yang menghormati pluralitas dan tidak alergi terhadap pluralisme dalam masyarakat,&#8221; terang Andreas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jk-wiranto-2009.com/?feed=rss2&amp;p=202</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
