Berita jkwiranto | 05 Jul 2009
Kampanye Hari Terakhir
Hari Sabtu, 4 Juli 2009 ini adalah kampanye terakhir untuk Pilpres 2009. Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto akan mengakhirinya di wilayah Jawa Timur. Sejak pagi, acara kampanye dimulai di Pamekasan, Madura. Di sini JK-Wiranto bersama rombongan akan bertemu dengan tokoh agama dan pemuka masyarakat di hotel Madina, Pamekasan. Acara di kabupaten ini dilanjutkan dengan orasi dalam kampanye terbuka di stadion Pamekasan.
Pada siang harinya, JK-Wiranto makan siang bersama masyarakat Desa Gambangan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Setelah itu, pasangan dari Partai Golkar dan Hanura ini langsung menuju Kabupaten Probolinggo untuk bertemu dengan Kyai Haji Muttawakkil Alallah, pemimpin Pondok Pesantren Zainul Hassan.
Di sore hari, JK-Wiranto menggunakan helikopter menuju Malang, untuk berorasi di lapangan Tumapel, Singosari, Malang. Kampanye dihadiri ribuan massa dari sekitar kota apel itu. Setelah dari Malang, rombongan JK-Wiranto mengunjungi Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah, di Desa Kemayan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Kalangan pengusaha juga mendapat perhatian khusus. Di malam hari, untuk mengakhiri kampanye secara keseluruhan, dilangsungkan dialog dan pertemuan dengan sekitar seribu pengusaha Jawa Timur. Acara berlangsung di hotel Empire Palace, Surabaya. Setelah itu, tanpa menginap, keseluruhan rombongan langsung terbang ke Jakarta.
Sementara di Bandung, kampanye hari terakhir dipadati tidak hanya oleh pendukung dan simpatisan, tapi juga diramaikan oleh hiburan artis papan atas. Tercatat antara lain kampanye dimeriahkan oleh penyanyi Afghan dan Rossa. Jadilah acara kampanye yang digelar Sahabat Muda pendukung JK-Wiranto di lapangan Saparua dipenuhi crowd ala party anak muda.
Selain itu, kampanye juga menghadirkan penampilan dari band-band indie. Juga terdapat pula arena bazaar untuk menunjukkan kreativitas anak muda Bandung. Ditampilkan pula komunitas-komunitas otomotif dan kuliner di kota kembang itu.
Acara yang penuh kreativitas itu memang digelar untuk meraih simpati dari kalangan pemilih muda dan pemula. Diperkirakan tak kurang dari 25 juta orang akan masuk kategori ini. Tak heran, pendekatan kepada anak muda dilakukan dengan beragam cara, baik lewat iklan maupun melalui kampanye langsung. Semua demi Indonesia yang lebih baik.